Minggu, 30 Oktober 2016

a home

home is not a place.
it is not four walls but two eyes and a heartbeat, it is a feeling, it is a person, it is a someone's somebody, everything you named it.

You used to be my home, at least I felt like that way, a home when I was in your arms.
You used to hold me that tight. *I'm laughing at my self now, someone please wake me up*

 I miss you in that bad way. very dumb-hard one. 

You are my second home after my mom's hugging. that was I believed until you said we were done. I repeat, done, over, no longer or anything the synonyms of this scariest word.

Do you want hear a joke?

Yeah, I'm trying to find by way back home to you.
I believe I'm not the only one who do this thing. We are trying to find a way back home yet we don't even sure that the one we called home is still there.

The worst, our home has already moved to the one they thought their new home. what a tragedy for us.

In the end, we are homeless.

aleas jomblo aleas belom meniqa paling parah jomblo lom move on ditinggal niqa. wlwlwlw.




Kamis, 08 September 2016

I did it in asdfghjkl; way



Alhamdulillah, I did it in asdfghjkl;' way. 

“Now, you are totally kick butt into real world.” someone said.
I disagree with whoever said it because that hell session that I have been through into this day is definitely real world too. Really really real world. Now, I’m afraid what ‘the real world’ they have been said is.  Semenyeramkan apalagi? 

Hampir enam bulan proses pengajuan-ditolak-pengajuan-direvisi-pengajuan-dicuekin-disuruh nunggu tiba-tiba ditinggal pas lagi sayang-sayangnya direvisi lagi dan lagi dan lagi yeah I lost my count akhirnya beberapa hari lagi geser tali toga. Rasanya mengusahakan geser tali toga lebih menantang sekali daripada menggeser posisi pacar kamu loh, fyi aja. 

Awal-awal pengajuan judul saya sangat semangat sekali dan dengan kepedean luar biasa bahwa judul yang sudah saya analisa mencari referensi kesana kemari, membuat rancangan nanti kedepannya saya harus melakukan apa saja dapat disetujui langsung but yeah life said no. No, I mean my advisor said no. 

Iya ditolak sakit apalagi dengan usaha yang saya kira cukup.
Ternyata engga. 

Usaha lagi mulai dari awal baca-print-baca-print-ngajuin-ditolak-nyari-baca-print-ngajuin-direvisi-diacc akhirnya. Entah karena tampang saya setiap mengajukan judul terlihat sangat amat depresi atau memang judul saya layak, saya bersyukur judul sudah mendapat lampu hijau. 

Kemudian proposal, kembali lagi ke siklus siang jadi malem malem jadi siang. Saya manusia nocturnal –aktif di malam hari jadi semua pekerjaan susun menyusun prosposal ini saya lakukan malam hari. Siang mencari referensi malam menyusun sambil marathon drama korea. 

Masih sempat-sempatnya? 

Iya, saya sempat-sempatkan. Menonton, membaca fiksi tetap jalan –biar tetap waras. 

Bahkan untuk mendapatkan mood mengerjakan skripsi saya harus nonton dua episode Descendant of the Sun dulu, atau memasak mie rebus dengan irisan rawit atau menyambar twit di timeline sampai tengah malam baru konsen di depan lepi dan menyebar referensi seluas kamar. Yeah, judge me anything you want to.

Kemudian skripsi udah diacc walaupun sebelumnya harus kesana kemari dan terserang panic attack karena yang lain sudah mengantongin tanda tangan sedangkan di lembar persetujuan saya masih suci, polos putih bersih bersinar. :( 
 
Dan akhirnya sidang. 

Sebelum musim skripsipun saya sudah mentargetkan hasil skripsi harus sekian, dan target itu saya pasang segede gaban di kamar –untuk mengingatkan saya engga boleh main-main lagi. Setelah sudah merasa cukup dengan persiapan yang perlu saya siapkan berangkat sidang seperti akan berkemah –alias neteng dua tas berisi laporan hasil penyelitian, jurnal, buku dan lain lainnya. Sidang lancar,  di luar dugaan tetapi beberapa semuanya harus dirombak lagi, dari awal. 

Pengin nangis? Iya. 

Tapi ya gimana lagi. So I did those things –revisi dan hidup di siklus tidur pas subuh, lagi.

Seperti yang mereka bilang; “no matter how you prepare something perfectly, shit happens.” 

Tiba-tiba lantai Tata Usaha serasa amblas ke kerak bumi, ancur.
Kalo setelah sidang pengin nangis, sekarang sudah bukan pengin nangis lagi.
Pengin guling-guling di aspal sambil nangis terus teriak teriak “KENAPA HIDUP SEKEJAM INI?!” 

Lebay?
Iya.

aku merasa engga ada seorangpun mengerti di posisi ini. Mereka hanya berkata; “yang sabar, kamu harusnya bersyukur.” , “kamu masi tetep dapat posisi **** loh.”
WHAT DID YOU SAY? I DON’T FUCKING CARE WITH ‘yang penting lulus’ THINGS. I do care with those things hanging on my wall. I do care with them so much.    

Pada titik ini, satu hal yang saya sadari ternyata saya amat sangat keras kepala sekali.  Hari-hari berikutnya seharusnya saya merevisi lagi, seharusnya. Tetapi engga, tiduran, makan, minum, tiduran, nangis. Repeated. 

kemudian orang-orang tidak berperi kemanusian dengan bangga meng-applaud jilidan skripsi mereka sementara saya masih bermuram durja belum bisa menerima kenyatan. But I’m the luckiest one, beberapa ada yang memberi ‘es batu’ di keras kepalanya saya, the greatest supporting systems of mine. Thank you anyway.

Kalau dikecewakan diri sendiri adalah hal paling menyedihkan –the worst feeling ever, berdamai dengan diri sendiri adalah opsi terakhir. You have no choice but accept the fact. 

“If you think that hell result is not enough than make it enough later.” 

So here I am! \o/~

Sabtu, 21 Februari 2015

Untuk perempuan yang kelak akan mendampingi kakak saya. :)

hey, mbak, perkenalkan saya adik perempuan calon suamimu kelak, :)

pertama-tama, saya akan sedikit cerita tentang keluarga saya -keluarga calon suamimu nanti.
kedua orangtua saya menikah pada tanggal 14 April 1988, sudah lebih dari 25 tahun, bukan? Mereka dikaruniai tiga anak. kakak saya, saya dan adik saya. saya anak perempuan satu-satunya yang diapit jagoan-jagoan luar biasa.

Untuk perempuan yang kelak akan mendampingi kakak saya, tahu kah kau saat saya tahu bahwa ia sudah menemukan perempuan yang ia perkenalkan ke orang tua saya, saya merasa takut. entah apa yang saya takutkan. lucu bukan?

Untuk perempuan yang kelak akan mendampingi kakak saya, ibu pernah cerita bahwa kakak saya lahir prematur, ia meringkuk di inkubator entah berapa minggu, dan sekarang ia akan menjadi imam mu. bukan kah waktu berlalu dengan cepat?

Untuk perempuan yang kelak akan mendampingi kakak saya, kakak saya adalah anak pertama yang sangat dibanggakan oleh ayah, ibu dan tentu saya serta adik saya. Ia kakak saya satu-satunya. kau tahu bukan arti kata satu-satunya? dan saya mohon, jadikan ia satu-satunya untukmu juga. :)

Untuk perempuan yang kelak akan mendampingi kakak saya, jadilah makmum satu shaf dibelakang kakak saya. Bimbing ia saat ia salah, jadilah penyeimbang yang baik.

Untuk perempuan yang kelak akan mendampingi kakak saya, demi Tuhan saya mendukung dan mendoakan apa-apa yang baik untuk kakak saya, keluarga, masa depan, agama serta akhiratnya. semoga kau salah satu dari apa-apa yang baik untuk kakak laki-laki saya satu-satunya pun sebaliknya. Amiin. :)



 salam, 
adik perempuan calon suamimu.

Jumat, 30 Januari 2015

Lirik Kodaline - High Hopes


kemaren-kemaren ikutan kuis give away novel, perintahnya sebutkan lagu yang mewakili kehidupan beserta alasanya, dan menurut gue High Hopes-nya Kodaline ini cukup mewakili. haha, and you know what? gue menangin kuis itu. :D

gue takluk di lirik - High hopes, oh, when it all comes to an end
But the world keeps spinning around - lagu ini emang melow, tapi tetep berhasil ngajari keep moving on ke gue. dari lirik ini gue enggak boleh stuck di hal hal yang bisa bikin gue stuck karena pada kenyataannya bumi masih tetap berotasi dan berevolusi. \o/~

dan pada bagian lirik -... it takes me back to when we started
High hopes, when you let it go, go out and start again- selalu ngingetin gue untuk enggak pernah lupa gimana memulai sesuatu. Ya memulai move on dari kenangan-kenangan keparat itu misalnya. jadi lebih bisa menghargai proses dan apa yang gue punya sekarang. 

berikut full lirik Kodaline - High Hopes:

Broken bottles in the hotel lobby
Seems to me like I'm just scared of never feeling it again
I know it's crazy to believe in silly things
But it's not that easy

I remember it now, it takes me back to when it all first started
But I've only got myself to blame for it, and I accept it now
It's time to let it go, go out and start again
But it's not that easy

But I've got high hopes, it takes me back to when we started
High hopes, when you let it go, go out and start again
High hopes, oh, when it all comes to an end
But the world keeps spinning around

And in my dreams, I meet the ghosts of all the people who have come and gone
Memories, they seem to show up so quick but they leave you far too soon
Now evil is just staring at the barrel of a gun
And I do believe

Believe I've got high hopes
It takes me back to when we started
High hopes, when you let it go, go out and start again
High hopes, oh, when it all comes to an end
And the world keeps spinning

Yeah, the world keeps spinning around
High hopes, it takes me back to when we started
High hopes, when you let it go, go out and start again
High hopes, oh,
And the world keeps spinning
Ooh, yeah this world keeps spinning

How this world keeps spinning around