pertama-tama, saya akan sedikit cerita tentang keluarga saya -keluarga calon suamimu nanti.
kedua orangtua saya menikah pada tanggal 14 April 1988, sudah lebih dari 25 tahun, bukan? Mereka dikaruniai tiga anak. kakak saya, saya dan adik saya. saya anak perempuan satu-satunya yang diapit jagoan-jagoan luar biasa.
Untuk perempuan yang kelak akan mendampingi kakak saya, tahu kah kau saat saya tahu bahwa ia sudah menemukan perempuan yang ia perkenalkan ke orang tua saya, saya merasa takut. entah apa yang saya takutkan. lucu bukan?
Untuk perempuan yang kelak akan mendampingi kakak saya, ibu pernah cerita bahwa kakak saya lahir prematur, ia meringkuk di inkubator entah berapa minggu, dan sekarang ia akan menjadi imam mu. bukan kah waktu berlalu dengan cepat?
Untuk perempuan yang kelak akan mendampingi kakak saya, kakak saya adalah anak pertama yang sangat dibanggakan oleh ayah, ibu dan tentu saya serta adik saya. Ia kakak saya satu-satunya. kau tahu bukan arti kata satu-satunya? dan saya mohon, jadikan ia satu-satunya untukmu juga. :)
Untuk perempuan yang kelak akan mendampingi kakak saya, jadilah makmum satu shaf dibelakang kakak saya. Bimbing ia saat ia salah, jadilah penyeimbang yang baik.
Untuk perempuan yang kelak akan mendampingi kakak saya, demi Tuhan saya mendukung dan mendoakan apa-apa yang baik untuk kakak saya, keluarga, masa depan, agama serta akhiratnya. semoga kau salah satu dari apa-apa yang baik untuk kakak laki-laki saya satu-satunya pun sebaliknya. Amiin. :)
salam,
adik perempuan calon suamimu.
Ri, aku merinding baca ini :(
BalasHapus